Another Nonsense

img_20190616_040138

Berapa kali dalam hidup ini kalian membuat alasan untuk bisa terbebas dari sesuatu ?

Kali ini tolong biarkan saya tertawa bebas atas pemikiran ini. “Hahaha” sungguh malam ini sangatlah lucu bagiku karena masih terperangkap dengan cerita yang sama. Yah masih sama dan selalu sama hingga mungkin kalian pun bosan denganku. Perjalanan menaklukkan kelemahan menulis ini ternyata sangat unik. Mungkin kalian berpikir apakah coretan ini hanya akan membahas seputar kelemahanku dalam menulis saja? Atau mungkin saya tidak memiliki hal lain untuk dibahas? Sumpah, ketika kalian berpikir demikian saya pun sesungguhnya seribu kali lebih bosan dengan hal ini. Tapi yah inilah diriku, perjuanganku dalam mengatasi musuhku saat ini. Dan saya yakin bahwa kalian pun memiliki kelemahan kalian tersendiri kan? Percayalah segalanya membutuhkan proses yang panjang karena tidak ada yang instan didunia ini (mie instan aja masih butuh proses untuk menyajikannya)

Sebenarnya sebelum memposting “TULISAN” ini saya telah menulis sesuatu dan mengirimkannya kepada mentorku untuk dikoreksi (saya memanggilnya mentor karena dia yang menantangku untuk menulis apapun). Tidak lama berselang diapun merespon dan berkata bahwa tulisanku masih terlalu umum dan kurang menarik karena bocah SMPpun bisa melakukannya “ hahaha padahal itu membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam loh untuk menyelesaikannya”. Maka banyak hal yang dia perbaiki sebagai masukan dan koreksian. dan langkah selanjutnya adalah ditantanglah saya untuk memperbaiki tulisanku itu lalu mengirimkannya kembali padanya.

Mulailah saya termenung, berpikir kembali, merilexkan otak dan mencoba mendapatkan kembali ide-ide penulisan. Tapi ternyata, otakku hanyalah merekam gambaran yang berulang itu-itu saja, “wah alangkah begonya saya” pikirku saat itu. Lebih dari 1 jam saya hanya menatap layar komputer dengan pikiran yang masih saja terus kosong, tangan pun sudah mengusap kepala berkali-kali dan diri ini sudah mulai tertawa tidak jelas atas kebodohan ini (hahaha sungguh lucu rasanya berada dalam kegoblokan ini). Mulailah segala godaan untuk berhenti menghampiri, segala macam alasan hinggap kedalam pikiranku, meminta maaf kepada mentorku agar dimaklumi ataupun meminta pengertian darinya agar ditunda koreksiannya. Oh rasanya saya pengen menyerah saja dulu untuk malam ini.

Tapi wait saya tidak  boleh seperti ini “sisi lain dari pikiranku mulai memberontak”, saya bukanlah anak manja yang mau selalu dikasihani dan saya bukanlah pengecut yang mudah lari dari tantangan. Mulailah saya asal menulis apa saja yang ada dalam pikiranku bahkan ketika pikiranku sedang kosong sayapun menulisnya (saat ini pikiranku sedang kosong, saat ini pikiranku sedang kosong), saya lakukan itu berkali-kali dan biarkan segalanya mengalir. beberapa dokument saya buka serentak hanya untuk sekedar menumpahkan segala macam kerumitan yang ada di pikiran dengan tujuan menepis segala macam alasan untuk menyerah.

Lucky I’m, dengan cara konyol seperti itu pikiranku mulai agak sedikit terbuka dan mulailah saya membuat coretan ini, menyelesaikannya dan mempostingnya agar kalian bisa tahu betapa recehnya saya dalam menghadapi hal ini. Saya membuatnya dengan tidak memikirkan bagus atau tidaknya hal itu. Hal yang terbersit dalam pikiranku adalah Jangan Pernah Mundur dan Terus Mencoba karena saya pribadi adalah seseorang yang mempercayai bahwa “Practice Makes Progress”.

Ketika Saya Tidak Mau Menyerah, Bagaimana Denganmu?

3 komentar pada “Another Nonsense”

  1. 1. (mie instan aja masih butuh proses untuk menyajikannya)
    Mister lupa menambahkan titik setelah penutup kurung.

    2. diapun (salah)
    seharusnya (dia pun). Karena dia mempunyai arti tersendiri, ga boleh digabung dengan “pun”

    3. SMPpun (salah)
    SMP harus dipisah dengan pun

    4. “wah alangkah begonya saya” pikirku saat itu.
    Tambahkan tanda koma setelah tanda petik, baru disambunh dengan “pikirku saat itu”.

    5. beberapa dokument (salah)
    Gunakan huruf kapital utk penulisan “beberapa”, karena sebelum “beberapa” tadi sudah titik kan?
    Dan dokument itu harus diganti dengan “dokumen”, jangan ditambahkan huruf “T” lagi.

    6. Jangan Pernah Mundur dan Terus Mencoba
    lebih baik jika ditambahkan tanda petik di awal dan diakhir kalimat itu mister.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s