Recognize your own weakness!

img_20190615_013046Apa kelebihanmu ? mengapa orang harus menganggap bahwa kamu spesial ? setelah menjawab 2 pertanyaan itu maka mulailah bertanya lagi  “APA KELEMAHANMU?”

Setiap orang (mungkin) pernah merasa kalau dirinya spesial, merasa hebat dan merasa kalau dia berhak untuk mendapatkan keistimewaan lebih dari orang lainnya. Begitu pula saya, hampir setiap waktu pikiran sombong itu datang dan terngiang didalam otakku yang kecil ini “Saya bisa melakukan itu, hal itu mudah saja bagiku, rasanya tidak terlalu berat kok kalau saya mau lakukan” Dan yah saya selalu terpikir dengan keangkuhan itu kapanpun dan dimanapun tanpa mengenal waktu terlintas dipikiranku.

Seiring berjalan waktu saya semakin memahami diriku dan sadar bahwa saya bukanlah superhero yang dapat melakukan segalanya. Saya memiliki kelebihan (cakep, sedikit cerdas, hidung mancung, kulit eksotis dll, hohoho) tapi pasti juga saya memiliki kelemahan. Mulailah saya mencari tahu apa kelemahanku. Saya mulai menganalisa diriku dan mengevaluasi segala yang saya lakukan. Amazingly, hal yang saya dapatkan sangat-sangat bertolak belakang, yang selama ini saya berpikir bahwa saya hebat ternyata faktanya kelemahanku jauh lebih banyak daripada kelebihanku hanya saja saya selalu menutupinya entah secara sadar ataupun spontan. Dan salah satu yang paling saya pahamin dari kelemahanku saat ini adalah “MENULIS”.

“Saya tidak bisa melakukan itu, saya lemah dalam hal ini”, sering kali kalimat itu saya ucapkan untuk melarikan diri dari kekuranganku itu, sering kali saya jadikan alasan agar bisa dibantu oleh orang lain, dan sering kali saya bersembunyi dari kalimat itu agar orang lain dapat memaklumi dan memahamiku. Ternyata itu adalah kesalahan besar yang selama ini saya lakukan, daripada bertindak saya malah lebih memilih mengaku kalah, daripada mencoba menaklukkan saya malah melihat hal itu sebagai tembok besar yang menghalangi. Dan ternyata betul semakin saya menganggapnya sebagai halangan maka semakin kokoh tembok itu terbentuk bahkan menjadi sebuah benteng, dan bodohnya saya yang telah membangun benteng kelemahan itu dalam pikiranku sendiri.

“MENULIS” mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang tapi ternyata benar-benar membuat saya kewalahan. Tidak jarang saya merasa kebingungan untuk menemukan ide, bahkan seringnya pikiranku berasa kosong ketika pertama mencobanya. Kerap terjadi ketika buku sudah siap dan polpen sudah di tangan tetapi mood untuk menulis tiba-tiba hilang, sering juga ketika laptop sudah nyala, ide sudah dipersiapkan dan segalanya telah tersettle dengan baik malah langsung terhenti ditengah jalan dikarenakan pikiran yang tiba-tiba menjadi rumit dan segala idepun lenyap entah kemana, lebih konyolnya lagi adalah saya selalu khawatir jika telah menulis dan karyaku dibaca orang lain dan mereka berpikir ini adalah hal yang trivial (receh). Disaat untuk membuat tulisan sesimpel inipun bukanlah perkara yang mudah bagiku, membutuhkan waktu berjam-jam, membutuhkan delete-rewrite lagi dan lagi untuk dapat menyelesaikannya.

Satu hal yang saya pelajarin saat ini adalah ketika seseorang memahami kelemahannya maka disaat itulah dia akan menjadi seseorang yang lebih baik dengan syarat dia terus belajar untuk memperbaikinya. Ketimbang selalu menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa melakukannya kenapa kita tidak mencoba untuk menaklukkannya. Melakukan kesalahan adalah suatu keharusan karena tidak ada yang akan kita pelajari jika kita selalu benar, maka berbuatlah, lakukanlah kesalahan sebanyak mungkin dan setelah itu pelajarilah maka kamu akan bisa berdiri dikalangan para pemenang.

SUDAHKAH KAMU MEMAHAMI DIRIMU?

5 komentar pada “Recognize your own weakness!”

  1. Waah your writing has improved Mister, dari awal ngebaca sampai akhir tulisan ini ngebuat saya senyum senyum sendiri, you have a good idea for your writing theme. Tulisannya udah tersusun, alurnya rapi banget. Tapi ada beberapa penulisan yang masih salah, do you want I tell to you?

    Suka

  2. 1. …terngiang didalam otakku yang kecil ini “Saya bisa melakukan….
    seharusnya sebelum tanda petik dua, mister sematkan tanda koma. Jadi >> …terngiang didalam otakku yang kecil ini, “Saya bisa melakukan…

    2. …..kalau saya mau lakukan” Dan yah saya…..
    Seharusnya setelah tanda petik dua, mister sematkan tanda titik, baru dilanjutkan dengan “Dan yah saya…”
    Mungkin mister tau itu, tapi lupa aja ya tambahkan tanda titiknya.

    3. Kulit eksotis dll
    seharusnya setelah kata eksotis, mister tambahkan tanda koma dulu baru disambung dll.
    Jadinya >> kulit eksotis, dll

    4. Pahamin ×
    Pahami ✓

    5. Poloen ×
    Pulpen ✓

    6. Pelajarin ×
    Pelajari ✓

    Suka

  3. Mister kan hobi membaca, nah mister bisa belajar cara penulisan dari buku buku yg mister baca itu. Kalau menurut saya, membaca buku itu jangan cuma diambil inti dari buku itu, tapi ambil juga contoh contoh penulisan yg ada di buku itu. Good job mister, sering sering menulis ya!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s