EXCUSES LEAD TO NONSENSE !

img-20190525-wa0045Membaca karya mark manson (sebuah seni untuk bersikap bodo amat) kali ini benar-benar seperti merefleksikan diri saya yang selama ini hanya banyak omong dan bermimpi tapi tidak berani mengambil tindakan. Sebuah analogi yang diangkat olehnya merupakan sebuah tamparan hebat bagi saya yang seorang bunch of nonsense ini. Pada saat ini saya ingin melakukan sebuah confession atas kebulshitan yang selama ini saya ungkapkan tapi belum terealisasi dan semoga membuat saya menjadi lebih berani beraksi.

Mark manson memberikan contoh dalam karyanya:

“saya punya seorang teman yang bertahun-tahun menceritakan niatnya untuk memperkenalkan karya seninya secara online dan berusaha menjadi seniman profesional (atau setidaknya semiprofesional). Dia berbicara mengenai hal ini selama bertahun-tahun bahwa dia telah menyisihkan uang, bahwa dia bahkan membuat website yang berbeda dan telah mengunggah portofolionya. Tetapi, dia tidak pernah meluncurkan karyanya. Selalu ada alasan: resolusi lukisannya tidak cukup bagus, atau dia baru saja melukis karya yang lebih bagus, atau masih belum ada waktu untuk hal tersebut. Tahun demi tahun berlalu dan dia tidak pernah melepaskan “pekerjaan nyata”-nya. Mengapa ? karena : meski mimpi akan penghasilan yang layak dari seni itu menyenangkan, ada ketakutan nyata jika nanti dirinya menjadi Seniman Tak Laku. Menjadi Seniman Tak Laku jauh-jauh lebih mengerikan ketimbang menjadi Seniman yang Tak Pernah Didengar. Setidaknya dia nyaman dengan sebutan Seniman yang Tak Pernah Didengar”.

So, dapatkah kalian melihat makna dari tulisan tersebut? kita sering takut melakukan sesuatu, takut dengan pendapat orang lain ketika kita memiliki ide, takut mengeksekusi hal baru karena banyaknya kehawattiran yang tidak nyata, takut dikucilkan dan bahkan kita cenderung ingin dianggap besar oleh orang lain dengan memberikan statement statement yang penuh semangat tapi kita sendiri belum berani melakukannya.

Setelah membaca analogi di atas sayapun mulai melihat diri ini dengan lebih dalam, hal apa yang selama ini hanya menjadi omong kosong yang melekat pada diriku, dan finally sayapun menyimpulkan beberapa hal:

Selama setahun belakangan tinggal di kampung inggris, saya kerap diberikan pertanyaan ini “Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?” dan dengan penuh percaya diri saya menjawab “saya ingin mengejar beasiswa dan melanjutkan study S2 ke luar negeri ”, merekapun memuji niat itu dan tentunya pertanyaan semakin banyak dan sayapun semakin banyak menjelaskan dengan segala seluk-beluknya.

Tapi ternyata semakin bergulirnya waktu saat ini saya sadarin bahwa saya adalah pengecut yang sepertinya hanya haus pujian. Saya belum berani melangkah sama sekali, saya belum berbuat apapun untuk meraih beasiswa. Hal termudah dan paling crusial dalam mengejar hal itu masih selalu menjadi omongan belaka, CV dan motivation letter belum ada sama sekali dalam layar komputerku. Selalu saja ada alasan untuk tidak melakukannya: mulai dari waktu yang tidak ada, belum pintar membuatnya, bingung mau memulai darimana, tulisanku belum terstruktur dengan baik dan berbagai macam alasan pelarian lainnya. Konyolnya, saya mengetahui kelemahanku tersebut tapi masih saja tetap terlena dengan menunda-nunda untuk melakukannya. tentunya banyak juga hal lainnya yang belum sempat saya lakukan akibat banyaknya penundaan (seperti membuat buku belajar bahasa inggris).

Terima kasih buat karya hebatnya Mark Manson yang sudah memukul saya tepat pada sasarannya dan membuat saya babak belur pada pikiran ini, membuat saya tersadar akan kelemahanku sendiri yang masih mudah procrastinate akan segala sesuatu dan ingin dianggap hebat oleh orang lain. Oleh karenanya, from now onwards adalah saatnya saya untuk berjuang lebih kuat lagi dan berdamai dengan diri.

Bagaimana dengan anda sendiri ? hal apa yang masih menjadi musuh bagi diri anda ? ayo diskusi…!

 

3 komentar pada “EXCUSES LEAD TO NONSENSE !”

  1. Izin mister, saya koreksi sedikit ya🙏

    1. Kehawattiran (salah)
    yang benar menjadi >> kekhawatiran

    2. statement statement (salah)
    setiap pengulangan kata harus ditambahkan kata penghubung, yang benar menjadi >> statement-statement

    3. kampung inggris (salah)
    setiap nama tempat itu harus menggunakan huruf kapital, menjadi >> Kampung Inggris

    4. … untuk melakukannya(.) tentunya banyak juga… (salah)
    perhatikan kata setelah titik, punya mister setelah titik di kata “tentunya” menggunakan huruf kecil kan? Itu salah, seharusnya setelah titik itu wajib menggunakan huruf kapital. Berarti menjadi >> …untuk melakukannya. Tentunya banyak juga…

    5. bahasa inggris (salah)
    yang benar menjadi >> bahasa Inggris, karena Inggris itu nama negara, harus diawali dengan huruf kapital.

    Sedikit koreksi dari saya mister, semoga berkenan ya hehe. Btw sekarang udah berani nulis pakai bahasa Indonesia ya mister, that’s good, give your best🙏

    Suka

  2. Sedikit koreksi lagi ya mister🙏

    1. Diawal paragraf mister menuliskan mark manson dengan huruf kecil, harus diganti dengan huruf kapital, menjadi >> Mark Manson

    2. Mister menulis judul buku didalam tanda petik memaki huruf kecil semua (sebuah seni untuk bersikap bodoamat), harusnya memakai huruf kapital diawal kata, menjadi >> “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodoamat”

    3. Saya lupa tadi diparagraf keberapa, lagi-lagi mister menulis nama Mark Manson menggunakan huruf kecil.
    Kalimat mister adalah “kutipan dari Mark (manson)”. Perhatikan yang saya tulis didalam kurung, harusnya ditulis jadi Manson bukan manson. Mungkin mister tau penggunaan kalimat kapital, tapi lupa menggunakannya ya.

    4. “saya punya seorang teman…” (salah)
    Sehabis tanda petik harusnya menggunakan huruf kapital, menjadi >> “Saya punya seorang teman…”

    5. “saya ingin mengejar beasiswa…” (salah)
    Ingat setelah tanda petik harus menggunakan huruf kapital ya mister, menjadi>> “Saya ingin mengejar beasiswa…”

    6. Sayapun (salah)
    Yang benar menjadi >> saya pun
    karena “saya” mempunyai arti sendiri, jadi gak bisa digabung dengan “pun”.

    Saya yakin mister pasti tau penulisan yang benar, cuma ada sedikit salah dan itu wajar kok. Saran saya, sebelum diposting mister baca ulang dulu, jangan cuma sekali, tapi 2 atau 3 kali biar ketemu dimana salahnya. Semoga berkenan mister☺️

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s